Jumat, 22 Februari 2013

Contoh Proposal Tafsir Sifat Malaikat Jibril dalam Al Qur'an


BAB I
Pendahuluan
A.    Latar belakang masalah
Ayat-ayat al qur’an dan hadits-hadits Rasulullah saw cukup banyak bercerita tentang malaikat, termasuk sifat-sifat mereka,  aktivitas, dan keadaan mereka. Di dalam nash-nash itu juga diterangkan tentang kaitan mereka dengan sang pencipta (Allah swt), dengan alam, dengan manusia.[1]
Wujud para malaikat telah dijabarkan didalam Al Qur'an surah Faathir 35:1 yang berbunyi:
ßôJptø:$# ¬! ̍ÏÛ$sù ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur È@Ïã%y` Ïps3Í´¯»n=yJø9$# ¸xßâ þÍ<'ré& 7pysÏZô_r& 4oY÷V¨B y]»n=èOur yì»t/âur 4 ߃Ìtƒ Îû È,ù=sƒø:$# $tB âä!$t±o 4 ¨bÎ) ©!$# 4n?tã Èe@ä. &äóÓx« ֍ƒÏs% ÇÊÈ
“ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faathir 35:1) ”
Wujud malaikat mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang, karena mata manusia tercipta dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk tidak akan mampu melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya, bahkan Muhammad sendiri pun disebutkan secara jelas hanya mampu melihat wujud asli dari malaikat Jibril sebanyak dua kali
Tabiat malaikat ialah secara sempurna berbakti kepada Allah, tunduk dan patuh pada kekuasaan dan keagungan-Nya, melaksanakan semua perintah-Nya dan mereka pun ikut mengatur alam semesta menurut kehendak dan iradah Allah Taala. Jadi Allah Taala dalam mengatur dan menertibkan segenap isi kerajaan-Nya ini menggunakan tenaga malaikat dan malaikat tidakuasa melakukan sesuatu yang timbul dari kemauannya sendiri. Dalam Alquran disebutkan
tbqèù$sƒs Nåk®5u `ÏiB óOÎgÏ%öqsù tbqè=yèøÿtƒur $tB tbrãtB÷sム) ÇÎÉÈ
Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).(Qs: An Nahl: 50).[2]
Sifat-sifat malaikat yang diyakini oleh umat Islam adalah Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti. Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya. Selalu takut dan taat kepada Allah. Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya.Mempunyai sifat malu.Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung.Tidak makan dan minum.Mampu merubah wujudnya.Memiliki kekuatan dan kecepatan luar biasa.[3]
Allah swt. menyifati utusan-Nya malaikat Jibri di dalam firman-Nya, mulia, kuat, memiliki kedudukan tinggi di sisi-Nya, di taati di seluruh lapisan langit(alam maliakat), dan dipercaya. Ini merupakan lima sifat yang terkandung dalam al Qur’an.[4]
            Malaikat jibril adalah malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu, yang mana dengan wahyu itu hati dan ruh (manusia) menjadi hidup. Sebagai contoh dalil tentang malaikat Jibril sebagai berikut
ö@è% `tB šc%x. #xrßtã Ÿ@ƒÎŽö9ÉfÏj9 ¼çm¯RÎ*sù ¼çms9¨tR 4n?tã y7Î6ù=s% ÈbøŒÎ*Î/ «!$# $]%Ïd|ÁãB $yJÏj9 šú÷üt/ Ïm÷ƒytƒ Yèdur 2uŽô³ç0ur tûüÏYÏB÷sßJù=Ï9 ÇÒÐÈ `tB tb%x. #xrßtã °! ¾ÏmÏGx6Í´¯»n=tBur ¾Ï&Î#ßâur Ÿ@ƒÎŽö9Å_ur Ÿ@8s3ÏBur  cÎ*sù ©!$# Arßtã z`ƒÌÏÿ»s3ù=Ïj9 ÇÒÑÈ
“Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, Maka Jibril itu Telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.(Q.S. Al Baqarah:97-98)
Dalam sebuah riwayat Bukhari dari Anas diceritakan bahwa orang Yahudi bernama Abdullah bin Salam telah menganggap Jibril sebagai malaikat perang yang menjadi musuh manusia sementara dalam riwayat lain yang disampaikan oleh Ahmad, Tirmidzi dan Nasa’i dari Ibnu Abbas diceritakan bahwa orang Yahudi telah membandingkan kehebatan dan kekuasan antara malaikat Mikail dan Jibril lalu ayat diatas turun sebagai teguran bagi mereka.[5]
Disebutkan dalam al qur’an bahwa Allah swt memuji malaikat Jibril dengan pujian yang sebaik-baiknya, dan mensifatinya dengan sifat-sifat yang  indah[6] dan disebutkan didalam al Qur’an. Yang telah di sebutkan di atas.
Dan dari keterangan tersebut diatas maka penulis merasa tertarik untuk membahas masalah ini lebih rinci dalam karya tulis keperustakaan yang berjudul “SIFAT MALAIKAT JIBRIL DALAM AL QUR’AN”.
B.     Rumusan masalah
Berdasarkan masalah yang telah di kemukakan, maka permasalahan yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah mengetahui sifat-sifat malaikat jibril dengan sub masalah sebagai berikut:
1.      Ayat apa saja tentang sifat-sifat malaikat Jibril ada dalam al Qur’an?
2.      bagaimana penafsiran ayat tentang sifat-sifat malaikat Jibril dalam al Qur’an?
C.     Definisi operasional
Untuk memperjelas dan menghindari kesalahpahaman dalam penelitian ini, maka dikemukakan batasan istilah sebagai berikut Sifat adalah tanda lahiriah, rupa dan keadaan yang tampak dari suatu benda, dasar watak yang di bawa sejak lahir, tabiat.[7]
Malaikat berasal dari bahasa arab( ملاءكة) adalah makhluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah.Menurut bahasa, kata “Malaikat” merupakan kata jamak yang berasal dari Arab malak (ملك) yang berarti kekuatan, yang berasal dari kata mashdar “al-alukah” yang berarti risalah atau misi.[8]
D.    Tujuan penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:
1.      Ayat-ayat berkenaan tentang sifat-sifat malaikat Jibril dalam al Qur’an
2.      Bagaimana sifat-sifat malaikat Jibril dalam al Qur’an
E.     Signifikasi penelitian
Hasil penelitian ini di harapkan dapat berguna:
1.      Sebagai bahan untuk membuka dan memperluas wawasan pemikiran tentang sifat-sifat malaikat Jibril.
2.      Sebagai bahan rujukan bagi peneliti yang berikutnya yang ingin meneliti masalah ini lebih dalam.
F.      Tinjauan pustaka
Dalam melakukan penelitian ini penulis telah melakukan penelusuran terhadap buku-buku yang memiliki tema dengan pembahasan yang penulis angkat. Penulis ingin lebih mendalami lagi tentang sifa-sifat malaikat Jibril. Selanjutnya dalam permasalahan ini di fokuskan pada kajian terhadap ayat-ayat yang berkenaan tentang sifat-sifat malaikat Jibril
G.    Metode penelitian
1.      bentuk penelitian
Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menjadikan bahan pustaka sebagai data penelitian, data yang berkenaan dengan pemasalhan yang diperoleh, dengan menelaah terhadap buku-buku atau literatul-literatur yang berkaitan denagn masalah yang akan dibahas. Dengan menelusuri ayat-ayat yang berkenaan dengan hal itu. Penelitian ini bersifat deskriftif kuantitatif dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a.       Memetapkan sifat-sifat malaikat Jibril sebagai pokok bahasan.
b.      Menghimpun ayat-ayat yang berkenaan dengan sifat-sifat malaikat Jibril, dan untuk menghimpun ayat-ayat tersebut digunakan buku klasifikasi kandungan al Qur’an.
c.       Mempelajari ayat-ayat tersebut secara keseluruhan dengan jalan melihat kepada kitab-kitab tafsir.
d.      Menarik kesimpulan berupa rumusan dari pemahaman penulis terhadap ayat-ayat yang diteliti sebagai jawaban permasalahan yang diajukan.
2.      Data dan sumber data
Sedangkan sumber data dalam penelitian ini terbagi menjadi:
a.       Sumber primer, yaitu ayat-ayat yang berkenaan dengan sifat-sifat malaikat Jibril menurut al Qur’an. Ayat-ayat yang berkenaan dengan sifar malaikat Jibril yaitu surah an Najm ayat 1-6 dan at takwir ayat 19-21
b.      Sumber sekunder, digali dari sumber-sumber yang memeliki keterkaitan dengan persoalan yang di bahas. Diantaranya kitab kitab-kitab tafsir seperti al misbah, tafsir mufassar, tafsir al azhar. Dll. Dan buku-buku penunjang lainnya.
3.      Tekhnik pengumpulan data dan analisis data.
Penelitian ini menggunaka metode mawdhui, dengan langkah memilih tema dan menelusuri ayat-ayat yang berkaitan dengan tema yang di ambil. Untuk mengumpulkan data, penulis mengumpulkan beberapa ayar-ayat al qur’an yang akan di teliti dengan menggunakan tekhnik menelusuri dan mengumpulkan ayat-ayat al Qur’an tentang sifat-sifat malaikat Jibril dengan buku klasifikasi kandungan al Qur’an, setelah ayat-ayat yang di temukan, maka penulis mencermati terjemahannya dan mencari tafsirnya, kemudian akan dikelompokkan berdasarkan sistematika pembahasan yang sudah dirancang serta mempelajari literatur-literatur yang berkaitan dengan pembahasan sebagai bahan pelengkap. 
H.    Sistematika penulisan
Pembahasan skripsi ini di susun dengan sistematika pembahasan sebagai berikut:
Bab I pendahuluan berisi latar belakang masalah, kemudian rumusan masalah, definisi operasional, tinjauan pustaka, tujuan penelitian, signifikasi penelitian, dan untuk menyelesaikan penelitian di ketengahkan metode penelitian serta di akhiri dengan sistematika penulisan.
Bab II Mengemukakkan gambaran dari sifat-sifat malaikat jibril.
Bab III Mengetengahkan penefsiran tentang ayat-ayat yang berkenaan dengan sifat-sifat malaikat Jibril.
 Bab IV Penutup, meliputi kesimpulan dengan saran-saran sebagai akhir dari penulisan. Dan mencantumkan daftar pustaka yang bisa di jadikan sebagai sumber dari skripsi ini.

Daftar Pustaka
Chulsum, umi. Windy Novia. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Surabaya. Koshiko2006
Yasin.Muhammad Na’im. Yang Menguatkan yang Membatalkan Iman kajian Rinci Dua Kalimah Syahadah.Jakarta. Gema Insani 1990

Sabiq.Sayid. Aqidah Islam ilmu Tauhid.bandung. Diponogoro. 1974



Wujud Malaikat

Wujud para malaikat telah dijabarkan didalam Al Qur'an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4. surah Faathir 35:1 yang berbunyi: Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faathir 35:1)
Kemudian dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Jibril memiliki 600 sayap, Israfil memiliki 1200 sayap, dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir dikatakan bahwa Hamalat al-'Arsy memiliki 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil.
Wujud malaikat mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang, karena mata manusia tercipta dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk[26] tidak akan mampu melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya, hanya Nabi Muhammad SAW yang mampu melihat wujud asli malaikat bahkan sampai dua kali. Yaitu wujud asli malikat Jibril .[27]
Mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda, keadaan mereka sekarang sama persis ketika mereka diciptakan. Dalam ajaran Islam, ibadah manusia dan jin lebih disukai oleh Allah dibandingkan ibadah para malaikat, karena manusia dan jin bisa menentukan pilihannya sendiri berbeda dengan malaikat yang tidak memiliki pilihan lain. Malaikat mengemban tugas-tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. Mereka dapat melintasi alam semesta secepat kilat atau bahkan lebih cepat lagi. Mereka tidak berjenis lelaki atau perempuan dan tidak berkeluarga.

Sifat Malaikat

Sifat-sifat malaikat yang diyakini oleh umat Islam adalah sebagai berikut:
  1. Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti.[28]
  2. Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya.
  3. Selalu takut dan taat kepada Allah.[29][30]
  4. Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya.[31]
  5. Mempunyai sifat malu.[32]
  6. Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung.[33]
  7. Tidak makan dan minum.[34]
  8. Mampu merubah wujudnya.[35]
  9. Memiliki kekuatan[36][37] dan kecepatan[38] luar biasa
Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka. Sebagai makhluk ghaib, wujud Malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dirasakan oleh manusia, dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indera, kecuali jika malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Ada pengecualian terhadap kisah Muhammad yang pernah bertemu dengan Jibril dengan menampakkan wujud aslinya, penampakkan yang ditunjukkan kepada Muhammad ini sebanyak 2 kali, yaitu pada saat menerima wahyu dan Isra dan Mi'raj.
Beberapa nabi dan rasul telah di tampakkan wujud malaikat yang berubah menjadi manusia, seperti dalam kisah Ibrahim, Luth, Maryam, Muhammad dan lainnya.
Berbeda dengan ajaran Kristen dan Yahudi, Islam tidak mengenal istilah "Malaikat Yang Terjatuh" (Fallen Angel). Azazil yang kemudian mendapatkan julukan Iblis, adalah nenek moyang Jin, seperti Adam nenek moyang Manusia. Jin adalah makhluk yang dicipta oleh Allah dari 'api yang tidak berasap', sedang malaikat dicipta dari cahaya.

Tempat yang tidak disukai Malaikat

 

Menurut syariat Islam ada beberapa tempat dimana para malaikat tidak akan mendatangi tempat (rumah) tersebut dan ada pendapat lain yang mengatakan adanya pengecualian terhadap malaikat-malaikat tertentu yang tetap akan mengunjungi tempat-tempat tersebut. Pendapat ini telah disampaikan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya. Tempat atau rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat itu diantara lain adalah:
  1. Tempat yang didalamnya terdapat anjing, (kecuali anjing untuk kepentingan penjagaan keamanan, pertanian dan berburu);[39]
  2. Tempat yang terdapat patung (gambar);[40]
  3. Tempat yang didalamnya ada seseorang muslim yang mengancungkan dengan senjata terhadap saudaranya sesama muslim;[41]
  4. Tempat yang memiliki bau tidak sedap atau menyengat.[42]
Kesemuanya itu berdasarkan dalil dari hadits shahih yang dicatatat oleh para Imam, diantaranya adalah Ahmad, Hambali, Bukhari, Tirmidzy, Muslim dan lainnya. Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang.
Malaikat Jibril pun enggan untuk masuk ke rumah Muhammad sewaktu ia berjanji ingin datang ke rumahnya, dikarenakan ada seekor anak anjing di bawah tempat tidur.[43] Malaikat Rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan (memelihara) anjing.[44]
ibril (Arab: جبريل, Inggris dan Alkitab: Gabriel) adalah malaikat yang muncul dalam ajaran agama samawi. Dalam ajaran agama samawi Jibril dianggap sebagai Pemimpin Malaikat dan bertugas menyampaikan wahyu dan mengajarkannya kepada para nabi dan rasul.
Malaikat Jibril adalah malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu. Malaikat Jibril adalah satu dari tiga malaikat yang namanya disebut dalam Al Quran. Nama Malaikat Jibril disebut dua kali dalam Al Quran yaitu pada surat Al Baqarah ayat 97-98 dan At Tahrim ayat 4. Didalam Al Qur'an, Jibril memiliki beberapa julukan, seperti Ruh al Amin dan Ruh al Qudus (Roh Kudus), Ar-Ruh Al-Amin dan lainnya.

[sunting] Bentuk fisik Ruhul'qudus (Jibril)

Bentuk fisik Ruhul'qudus, ada tertera dalam uraian mengenai kisah nabi Muhammad, kala beliau mendapat wahyu kali ke dua, dan nabi menuntut untuk bertemu atau melihat rupa asli sang utusan tuhan dari langit dalam rupa yang asli, atau bagaimana sesungguhnya dzat wujud Jibril tanpa rupa samar, sebagaimana di kali-kali yang lain, sang utusan (ruhul'qudus) selalu nampak dalam rupa seorang manusia biasa.
Ruhul'Qudus ; Tampak wujudnya dengan enam ratus sayap antara masyrik dan maghrib, (barat-timur) sayap dan busana kebesarannya putih laksana mutiara yang larut, dengan rupa yang begitu elok dan rupawan, dan dengan kekuatan yang dahsyat penuh mukzijat.
Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.
Malikat Jibril adalah malaikat yang menyampaikan berita kelahiran Nabi Isa (lihat di artikel Isa) kepada ibunya Siti Maryam dan juga malaikat yang menyampaikan Al'Quran kepada Nabi Muhammad.
Dalam kisah suci perjalanan Isra' Mi'raj, sesampainya di pos perjalanan Sidratul Muntaha, Malaikat Jibril tidak sanggup lagi mendampingi Rasulullah untuk terus naik menghadap kehadirat Allah SWT;
beliau berkata : "Aku sama sekali tidak mampu mendekati Allah, perlu 60.000 tahun lagi aku harus terbang. Itulah jarak antara aku dan Allah yang dapat aku capai. Jika aku terus juga ke atas, aku pasti hancur luluh".
Maha Suci Allah, ternyata Malaikat Mulia Jibril AS pun tidak sampai kepada Allah SWT










[1]Muhammad Na’im Yasin. Yang Menguatkan yang Membatalkan Iman kajian Rinci Dua Kalimah Syahadah.Jakarta. Gema Insani 1990.cet II.h.53

[2] Sayid Sabiq. Aqidah Islam (ilmu Tauhid).(bandung. Diponogoro. 1974).h.179
[3] http://organisasi.org/definisi-pengertian-malaikat-sifat-dan-fungsi-iman-kepada-malaikat-allah-swt-pendidikan-agama-islam
[4] Abdul Hamid Kisyik. Berkenalan Dengan Malaikat. (Jakarta. Gema Insani.1990)cet.1.h.98
[5] K.H. Qamaruddin Shaleh, H.A.A. Dahlan, Drs. M.D. Dahlan  Asbabun Nuzul Latar belakang historis turunnya ayat-ayat alQur’an cetakan ke-2 Penerbit CV. Diponegoro Bandung 1975. di ambil dari http://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/06/19/mengenal-malaikat/
[6] Muhammad Na’im Yasin. Op.cit.h.71
[7]Umi.Chulsum.Windy Novia. Kamus Besar Bahasa Indonesia.(Surabaya.Kashiko.2006)cet.1h.621
[8] http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar